Pembuat Game Menang Gugatan Atas Penjual Cheat

Pembuat game terkenal, Bungie, baru-baru ini menangani gugatan dari penjual hack untuk Destiny 2. Mereka berhak atas ganti rugi yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Menurut Bungie, perangkat lunak yang dikenal sebagai VeteranCheat telah mengurangi kenikmatan bermain Destiny 2 dan mengurangi peluang mendapatkan uang dari game tersebut. Mereka akhirnya meminta ganti rugi sebesar 12 juta dolar, atau sekitar 178 miliar rupiah.

Sebagaimana dilaporkan oleh SmartPerdana303 bahwa IGN pada hari Jumat (19/5/2023), ada tuntutan senilai USD 2 ribu, atau sekitar Rp 29 juta, untuk setiap cheat yang diunduh oleh pemain.

Penjual cheat asal Rumania Mihai Claudiu-Florentin diketahui menyebarkan cheat itu. Program tersebut memungkinkan pemain mendapatkan keuntungan dan merugikan lawan mereka.

Pemain biasa kemudian dapat membidik lawan mereka dengan lebih akurat. Selain itu, cheat ini dapat memberi pemain penglihatan yang tidak biasa, memungkinkan mereka untuk melihat lawan meskipun mereka berada di balik dinding.

Pembuat Game Menang Gugatan Atas Penjual Cheat

Dalam lansiran Situs Informasi Dan Review Game Keputusan resmi menyatakan, "Pengadilan menemukan bahwa keputusan default dimasukkan dengan tepat untuk mendukung Bungie untuk semua kecuali klaim CPA."

Kasus Pertama Bungie

Sebenarnya, ini adalah kasus pertama yang diajukan oleh Bungie dalam kaitannya dengan perangkat lunak yang merusak kualitas permainan.

Selain itu, mereka telah mengajukan tuntutan hukum terhadap beberapa orang, seperti AimJunkies, LaviCheats, dan Elite Boss Tech, dan sebagian besar tuntutan tersebut dimenangkan oleh Bungie.

Menurut James Barker, wakil penasihat hukum Bungie, perusahaan harus menghabiskan setidaknya USD 2 juta, atau sekitar Rp 29,7 miliar untuk keamanan game untuk memerangi kecurangan dalam permainan.

Bungie ingin memastikan bahwa permainan yang mereka buat tidak mengandung cheat, meskipun ada beberapa game yang mendukung penggunaan cheat, seperti GTA. Tindakan tidak terpuji ini saat bermain game belum dianggap ilegal oleh hukum.