Bos Epic Games Mengkritik Google

CEO Epic Games, Tim Sweeney, mengkritik Google sebagai perusahaan yang tidak bermoral dan sering menggunakan metode ilegal dalam menjaga integritas sistem pembayaran di Play Store.

Pernyataan tersebut dia sampaikan dalam konteks persidangan antimonopoli terhadap Google, yang berfokus pada dakwaan Epic terhadap monopoli Google dalam distribusi aplikasi Android.

Menurut Epic, tindakan ini melanggar hukum antimonopoli di Amerika Serikat, khususnya terkait penentuan pajak tinggi untuk pembelian melalui Play Store.

Google Menolak Dakwaan

Di tengah persidangan, pengacara Google, Jonathan Kravis, menolak dakwaan monopoli terkait sistem pembayaran Play Store.

Ia menilai Epic sebagai perusahaan yang tamak karena mencoba menghindari sistem komisi yang sudah ada untuk meningkatkan keuntungannya.

Sebagai informasi tambahan, Epic sebelumnya menghindari pajak Google dengan mendistribusikan permainan Fortnite melalui situsnya sendiri pada tahun 2018.

smartperdana303 Situs Informasi Gaming Terlengkap - Bos Epic Games Mengkritik Google

Google merespons tidak suka dengan keputusan Epic ini dan menawarkan perjanjian khusus senilai USD 147 juta.

Meskipun awalnya ditolak, pada akhirnya Epic menyerah dan menyebarkan Fortnite melalui Play Store pada 2020.

Namun, keberadaan Fortnite di Play Store tidak berlangsung lama karena Google dan Apple kemudian memblokirnya karena menawarkan metode pembayaran alternatif, yang dianggap sebagai upaya mengelak dari sistem komisi yang diterapkan oleh keduanya.

Selanjutnya, Epic mengajukan gugatan antimonopoli terhadap Apple dan Google, dengan menuduh bahwa sistem pembayaran keduanya bersifat monopoli dan mengancam para pengembang aplikasi.