Elon Musk Tuntut Sam Altman dan OpenAI, Ada masalah apa?

Elon Musk, salah satu mantan pendiri OpenAI, mengekspresikan kekhawatiran khusus terhadap arah yang diambil oleh perusahaan yang pernah ia dirikan.

Dalam sebuah percakapan baru-baru ini, Elon mengungkapkan bahwa menurutnya OpenAI telah menjauh dari prinsip-prinsip yang seharusnya dipegang.

Smartperdana 303 Situs Informasi Dan Review Game - Elon Musk Tuntut Sam Altman Dan OpenAI

Pemilik Tesla dan Twitter X ini tampaknya serius dalam kritikannya terhadap perubahan yang terjadi di OpenAI, yang kini dipimpin oleh Sam Altman. Apa yang sebenarnya terjadi?

Elon Musk Menggugat OpenAI dan Sam Altman karena Melanggar Kontrak

Dalam surat gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi California, Elon menggugat OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, karena dituduh melanggar kontrak nirlaba dan meninggalkan komitmen untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang bersifat umum dan terbuka.

Gugatan Elon Musk dengan tegas menyinggung peran pihak ketiga, yaitu Microsoft. Menurutnya, OpenAI telah berubah menjadi perusahaan yang menyimpan teknologinya secara tertutup dan menjadi anak perusahaan Microsoft.

Melalui kepemimpinan baru ini, OpenAI tampaknya beralih fokus untuk menghasilkan keuntungan bagi Microsoft daripada menjadi sumber manfaat bagi masyarakat umum.

Elon menambahkan bahwa tujuan perubahan ini adalah agar Microsoft dapat memperoleh keuntungan dari penjualan GPT-4 kepada publik, yang tidak mungkin terjadi jika OpenAI tetap mempertahankan akses terbuka terhadap teknologinya.

Peran Elon dalam Perusahaan Pengembang ChatGPT

Bagi yang tidak mengetahui latar belakang OpenAI, perusahaan yang berfokus pada kecerdasan buatan umum ini didirikan oleh Elon Musk dan beberapa rekan pada tahun 2018.

Namun, karena perbedaan pendapat, CEO Tesla ini memutuskan untuk keluar dari perusahaan.

Saat ini, Microsoft mengendalikan sebagian besar, atau tepatnya 49%, saham OpenAI. Ini memberikan posisi istimewa berdasarkan kerja sama yang terjalin.

Sejak tahun 2023, Microsoft telah menginvestasikan $13 miliar dan berhak atas 75% dari keuntungan yang dihasilkan OpenAI hingga investasi tersebut kembali terbayarkan.

Setelah itu, Microsoft juga berhak atas 49% keuntungan hingga mencapai total pendapatan $92 miliar. Setelah itu, saham Microsoft akan dikembalikan sepenuhnya dan OpenAI akan kembali menjadi badan nirlaba.